Petani Cabe Rawit di Bunga Raya, Kabupaten Siak: Balik Modal dalam Empat Kali Panen, Untungnya Bisa Beli Mobil

Pertanian Cabe

Di tengah hamparan hijau Bunga Raya, Kabupaten Siak, kisah sukses seorang petani cabe rawit bernama Pak Efin menjadi inspirasi bagi banyak petani. Hanya dalam waktu 85 hari, Pak Efin sudah berhasil balik modal setelah empat kali panen cabe rawit, dengan keuntungan yang cukup besar untuk membeli sebuah mobil.

Dalam sebuah wawancara dengan Dedit TV, Pak Efin menjelaskan bahwa ia menanam 10.000 batang cabe rawit jenis merah. Dalam panen pertamanya, ia mendapatkan hasil 100 kilogram, yang kemudian meningkat menjadi 600 kilogram pada panen kedua dan mencapai 1,2 ton pada panen ketiga. Untuk panen keempat, ia memperkirakan akan mendapatkan sekitar 1,5 ton cabe rawit.

"Dengan harga jual Rp30.000 per kilogram, panen keempat ini bisa menghasilkan lebih dari Rp45 juta," kata Pak Efin. Hingga panen keempat, ia telah menghabiskan biaya sekitar Rp90 juta, yang sudah tertutup oleh hasil panen sebelumnya.

Pak Efin mengungkapkan bahwa tanaman cabe rawit ini bisa dipanen hingga 14 kali dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan. "Artinya, kita masih punya banyak kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar lagi," tambahnya.

Tak hanya berhasil dari segi ekonomi, panen cabe rawit ini juga memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 20 orang ibu-ibu di desanya. Mereka memanen cabe rawit mulai pukul 8 pagi hingga sore hari, dengan rata-rata hasil petik 25 kilogram per orang per hari.

Pemasaran hasil panen cabe rawit ini pun cukup mudah. "Kita menjualnya ke tengkulak yang membawa cabe ini ke Pekanbaru dan wilayah sekitarnya. Bahkan, kita juga melayani pedagang skala kecil yang mengambil dalam jumlah sedikit," jelas Pak Efin.

Sebagai tips bagi petani lain, Pak Efin menekankan pentingnya penggunaan kapur, kompos, dan pemupukan susulan dengan pupuk organik cair (POC). "Perawatan yang baik akan menghasilkan tanaman yang subur dan banyak buah," ujarnya.

Kesuksesan Pak Efin ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Cerita ini menjadi bukti bahwa dengan perawatan dan pengelolaan yang baik, bertani cabe rawit bisa menjadi usaha yang sangat menguntungkan.