Perjalanan Cinta Pasangan Jawa Tengah dan Belarus: Dari Instagram hingga Menikah di Magelang

Nikah dengan bule

Kisah cinta lintas budaya selalu memiliki daya tarik tersendiri, seperti yang dialami oleh Paris Abit, seorang pria asal Jawa Tengah, Indonesia, dan Mika, seorang wanita dari Belarus. Perjalanan mereka dari saling mengenal di Instagram hingga menikah di Magelang penuh dengan tantangan dan momen-momen unik.

Awal Mula Pertemuan

Paris dan Mika pertama kali bertemu secara virtual di Instagram. Mereka saling mengikuti akun satu sama lain dan mulai berkomunikasi melalui DM. "Kami mulai saling follow di Instagram dan sering chat di sana," kenang Paris. Setelah beberapa waktu, mereka bertukar nomor telepon dan melanjutkan percakapan di WhatsApp. Hubungan mereka berlangsung sebagai hubungan jarak jauh selama lima tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu secara langsung.

Tantangan dalam Proses Pernikahan

Ketika Mika tiba di Indonesia pada 21 Januari, Paris menjemputnya di bandara Jakarta dengan harapan dapat segera mengurus dokumen pernikahan di Kedutaan Besar Belarus di Jakarta. Namun, mereka menghadapi kendala karena konsul yang bertanggung jawab sedang tidak ada. "Kami harus kembali ke Magelang dan menunggu CNI dari Kedutaan Besar Belarus," jelas Paris.

Menunggu selama tiga bulan tanpa kepastian bukanlah hal yang mudah. Mereka mencoba mencari informasi dan bahkan mempertimbangkan pergi ke Kedutaan Besar Belarus di Vietnam, namun rencana tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, mereka berkoordinasi dengan Kepala KUA setempat yang memberikan keringanan sehingga mereka bisa menikah secara sah secara agama dan negara meskipun tanpa kehadiran konsul.

Kehidupan Setelah Menikah

Setelah menikah, Mika harus menyesuaikan diri dengan kehidupan di Indonesia, termasuk belajar bahasa Indonesia. Meski belum fasih, Mika sudah bisa menggunakan beberapa kata dan frasa dasar seperti "makan", "minum", "nasi", dan "ayam". Paris dengan sabar membantu istrinya dalam proses adaptasi ini. "Dia sudah bisa sedikit-sedikit bahasa Indonesia," ujar Paris.

Perbedaan Harga dan Preferensi Makanan

Mika sering terkejut dengan perbedaan harga bahan makanan antara Indonesia dan Belarus, terutama untuk produk seperti keju, susu, dan roti. "Keju di sini mahal banget, 35 ribu untuk 250 gram, di Belarus cuma 15 ribu untuk 1 kilo," keluh Mika. Meski demikian, Paris berusaha untuk memenuhi keinginan Mika dan memastikan istrinya merasa nyaman di Indonesia.

Adaptasi dan Kebahagiaan Bersama

Meskipun awalnya sulit, Mika telah belajar memasak berbagai masakan Indonesia seperti soto dan nasi goreng. Paris mengaku sangat senang dengan usaha istrinya untuk beradaptasi. "Dia sudah bisa masak soto dan nasi goreng, meskipun awalnya asing, tapi saya suka," kata Paris dengan bangga.

Kisah cinta Paris dan Mika adalah bukti bahwa cinta tidak mengenal batas. Dengan kesabaran, pengertian, dan dukungan satu sama lain, mereka berhasil melewati berbagai rintangan dan kini menikmati kebahagiaan bersama di Indonesia.