Perawatan Tanaman Cabe di Pertanian Jepang yang Jarang Dilakukan Petani di Indonesia

Pertanian cabe

Dalam dunia pertanian, Jepang selalu dikenal dengan inovasi dan teknologi canggihnya. Salah satu teknik unik yang jarang dilakukan oleh petani di Indonesia adalah perawatan tanaman cabe melalui metode pemangkasan atau pruning daun. Hal ini terungkap dalam sebuah video menarik yang diunggah oleh seorang YouTuber pertanian, Zakarya Masud Sidik, yang sedang magang di Jepang.

Dalam videonya, Zakarya mengungkapkan beberapa teknik perawatan cabe besar yang diterapkan di Jepang. Teknik ini mencakup pemangkasan rutin daun-daun tanaman cabe untuk merangsang pertumbuhan cabang dan buah yang lebih optimal. "Pemangkasan daun ini dilakukan secara rutin, terutama setelah panen buah pertama, kedua, dan ketiga," jelas Zakarya. Ia menambahkan bahwa daun-daun tua yang sudah tidak produktif dibuang untuk memastikan nutrisi terfokus pada daun dan cabang produktif.

Manfaat Pemangkasan:
1. Merangsang Pertumbuhan Cabang: Pemangkasan membantu dalam merangsang pertumbuhan cabang baru yang lebih produktif.
2. Meningkatkan Produksi Buah: Teknik ini juga merangsang keluarnya bunga dan pembuahan, sehingga tanaman bisa menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
3. Mengurangi Penyakit: Di Jepang, dengan curah hujan yang tinggi selama musim semi hingga musim gugur, kelembaban yang berlebihan dapat memicu penyakit tanaman. Pemangkasan membantu mengurangi kelembaban yang terperangkap di antara dedaunan, sehingga mengurangi risiko penyakit seperti antraknosa.

Zakarya juga menjelaskan metode penyemprotan yang diterapkan di Jepang, yang berbeda dari kebiasaan petani di Indonesia. "Di sini, penyemprotan dilakukan dari bawah ke atas, menyemprot bagian bawah daun di mana stomata paling banyak berada," jelasnya. Metode ini memastikan bahwa nutrisi dan pestisida mencapai bagian yang paling efektif dari tanaman.

Efek Samping yang Positif:
Zakarya menunjukkan bahwa pemangkasan dan metode penyemprotan ini menghasilkan tanaman cabe yang tampak jarang berbuah, namun justru menghasilkan petani yang sukses dengan hasil panen mencapai 600-700 kilogram per hari dari beberapa baris tanaman saja. "Petaninya kaya raya dengan mobil dan truk pribadi, dan mereka bisa menghasilkan cabe dalam jumlah besar dengan kualitas yang sangat baik," tambahnya.

Aplikasi di Indonesia:
Meskipun Zakarya menyadari bahwa penerapan metode ini di Indonesia mungkin menghadapi tantangan, terutama dari segi biaya dan pengetahuan, ia berharap petani di Indonesia dapat terinspirasi. "Semoga teman-teman petani di Indonesia bisa mencoba metode ini dan melihat manfaatnya," ujar Zakarya menutup videonya dengan harapan.

Dengan teknik perawatan seperti ini, Jepang menunjukkan bahwa inovasi sederhana dalam praktik pertanian dapat menghasilkan perbedaan yang signifikan. Mungkin sudah saatnya petani di Indonesia mulai mempertimbangkan teknik-teknik baru untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka.