Metode Baru: Penyelamatan Tanaman Durian dari Busuk Akar

Daun durian menguning

Seorang petani lokal di Tasikmalaya telah berhasil mengungkapkan metode inovatif untuk menyelamatkan tanaman durian yang terkena busuk akar. Dengan pendekatan yang unik, petani tersebut berhasil mengembalikan kehidupan pada tanaman durian yang hampir mati.

Dalam percakapan eksklusif, petani tersebut menjelaskan bahwa tanaman durian yang terkena busuk akar tampak sangat mengkhawatirkan, dengan daun-daunnya yang menguning dan ranting-ranting yang mengering. Namun, dengan upaya perawatan yang tekun, hasilnya telah mulai terlihat setelah 20 hari.

"Pertumbuhan tanaman sudah mulai terlihat, dan kami berharap akan ada pemulihan lebih lanjut," ujar petani tersebut.

Metode yang digunakan melibatkan pemupukan dengan campuran Phonska dan urea dengan dosis yang sesuai, serta penggunaan air yang telah dicampur dengan bahan yang dihaluskan untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

"Kami memperhatikan bahwa tanah yang terlalu basah menjadi faktor utama penyebab busuk akar, oleh karena itu kami melakukan pendekatan yang berfokus pada keseimbangan nutrisi dan kelembaban tanah," tambahnya.

Selain berhasil diterapkan pada durian, petani tersebut juga berbagi bahwa metode yang sama telah sukses diterapkan pada tanaman lain seperti manggis.

"Kami berharap metode ini dapat memberikan solusi bagi petani lain yang menghadapi masalah serupa. Kami akan terus memantau dan berupaya agar tanaman kami dapat pulih sepenuhnya," pungkasnya.

Dengan adanya metode inovatif ini, petani durian di seluruh Indonesia kini memiliki harapan baru untuk menyelamatkan tanaman mereka dari serangan busuk akar yang mengancam.