Lunasi Utang Miliaran, Kini Jadi Miliarder Berkat Properti Syariah

Pengusaha muda

Kisah inspiratif datang dari seorang pengusaha properti asal Depok, Yudianto, yang berhasil melunasi utang sebesar 3,6 milyar rupiah dalam waktu tiga tahun dan kini memiliki aset senilai 50 milyar rupiah. Berikut adalah perjalanan luar biasa yang berhasil membawa Yudianto dari keterpurukan finansial menuju kesuksesan gemilang.

Pada tahun 2012, Yudianto, seorang karyawan di PT Blue Gas, memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dengan berbisnis briket batok kelapa. Awalnya, bisnis ini berjalan lancar dan membawanya pada keputusan besar untuk membeli rumah dan berhenti dari pekerjaannya. Namun, badai datang ketika distributor utama briketnya meminta penurunan harga yang drastis, menyebabkan usaha Yudianto mengalami kemunduran. Tak hanya itu, ia juga terjebak dalam jeratan utang kartu kredit dan KTA yang semakin menumpuk.

"Saat itu, saya memiliki 30 kartu kredit dan 4 KTA, dengan total utang mencapai 3,6 milyar rupiah," ungkap Yudianto. Teror dari debt collector dan tekanan finansial membuatnya nyaris putus asa. Atas saran istrinya, Yudianto mencari nasihat dari ulama dan menemukan bahwa bisnisnya mengandung riba, yang menurut keyakinannya, menyebabkan kehancuran dalam semalam.

Dengan tekad bulat, Yudianto memutuskan untuk menghentikan semua utang berbunga dan mulai menjalankan bisnisnya dengan prinsip syariah. Ia menjual asetnya, termasuk rumah, dan memulai kembali dari nol. "Kami mengontrak rumah dan saya mulai menjual properti kecil-kecilan," kenangnya. Keberuntungan mulai berpihak padanya ketika ia berhasil menjual rumah dengan komisi 10 juta rupiah.

Pada tahun 2013, Yudianto mulai belajar menjadi developer properti. Bermodalkan pengalaman dan kerja keras, ia memulai proyek perumahan pertama, "Kas Lima," yang terdiri dari lima unit rumah di Depok. Proyek ini sukses besar, dan dalam waktu lima bulan, semua unit terjual habis.

Keberhasilan ini mendorong Yudianto untuk terus berkembang. Ia mendirikan PT SDP Salehah Indonesia pada tahun 2016, yang fokus pada pengembangan properti syariah tanpa melibatkan bank konvensional. Proyek demi proyek berhasil diluncurkan dan terjual habis, termasuk Samsat Dhuha Residence dan Samsat Aura Residence.

"Saya sangat berterima kasih kepada Allah atas pertolongan-Nya. Meninggalkan riba dan beralih ke bisnis syariah bukanlah keputusan yang mudah, tapi hasilnya sangat luar biasa," kata Yudianto. Kini, dengan aset senilai 50 milyar rupiah, Yudianto menjadi bukti nyata bahwa dengan ketekunan, kejujuran, dan keberanian untuk berubah, kesuksesan dapat diraih bahkan dari titik terendah sekalipun.

Perjalanan Yudianto dari utang yang mencekik hingga menjadi pengusaha sukses adalah inspirasi bagi banyak orang. Kisahnya mengajarkan bahwa setiap badai pasti berlalu, dan dengan iman serta usaha yang sungguh-sungguh, impian dapat terwujud.