Kejujuran dan Keberanian dalam Menghadapi Dunia Hiburan

Cinta Laura

Dalam wawancara eksklusif bersama Helmy Yahya, Cinta Laura membagikan pandangannya tentang dunia hiburan dan kehidupan pribadinya yang jarang diketahui publik. Di awal perbincangan, Cinta mengakui bahwa sebagai selebriti, ada ekspektasi tertentu dari masyarakat tentang bagaimana ia harus bersikap. Namun, Cinta memilih untuk tetap jujur pada dirinya sendiri, bahkan jika itu berarti menunjukkan perasaan negatifnya di depan umum.

“Saya memilih menunjukkan apa yang saya rasakan di saat itu. Kalau lagi bete atau nggak mau ngobrol, ya udah, saya nggak akan paksain untuk pura-pura ramah,” ungkapnya.

Cinta Laura juga berbicara tentang dedikasinya dalam berperan sebagai penari pole dance dalam sebuah serial. Ia menceritakan bagaimana ia rela membawa pelatih dari Jakarta ke Thailand untuk berlatih setiap hari setelah syuting hingga larut malam, menunjukkan tingkat profesionalisme dan keseriusannya dalam berkarir.

Namun, topik yang paling menarik perhatian adalah pandangan Cinta mengenai kehidupan malam dan bagaimana ia memandang kemunafikan di masyarakat. Dalam salah satu postingannya, ia mengkritik pandangan negatif yang sering dilabelkan kepada perempuan yang suka nongkrong di malam hari. Cinta menegaskan bahwa selama dilakukan dengan tanggung jawab, nongkrong di malam hari tidak mengurangi kecerdasan atau kesuksesan seseorang.

“Aku ingin masyarakat, terutama anak muda, mengerti bahwa nongkrong di malam hari itu bukan hal yang buruk selama kita bertanggung jawab,” tegasnya.

Cinta juga menyoroti standar ganda yang sering diterapkan kepada perempuan. Ia mengkritik pandangan yang menilai perempuan secara negatif hanya karena mereka memilih untuk keluar di malam hari. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang berhak menilai moral orang lain berdasarkan kebiasaan tersebut.

Di bagian akhir wawancara, Cinta berbagi pandangannya tentang pentingnya pendidikan. Ia mendorong anak muda untuk menyelesaikan pendidikan minimal hingga SMA dan merekomendasikan untuk melanjutkan ke jenjang S1. Namun, ia juga menekankan bahwa gelar akademis tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan atau kontribusi seseorang terhadap masyarakat.

“Belajar itu tidak harus selalu melalui sistem yang sudah diajarkan kepada kita selama ini,” ujarnya. “Kita harus sadar bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.”

Wawancara ini tidak hanya menampilkan sisi lain dari Cinta Laura yang jarang diketahui publik, tetapi juga menegaskan keberaniannya dalam berbicara jujur tentang isu-isu yang sering dianggap tabu di masyarakat. Cinta Laura bukan hanya seorang selebriti, tetapi juga seorang inspirasi bagi banyak orang dengan keberanian dan kejujurannya dalam menjalani hidup.