Ide Usaha Produksi Arang Sekam, Transformasi Kulit Padi menjadi Berkah Ekonomi

Produksi arang sekam

Sebuah inovasi mengejutkan datang dari seorang warga Dusun Tirto, Kelurahan Parimono, Kecamatan Mungkit, Kabupaten Magelang, yang telah berhasil mengubah kulit padi menjadi sumber pendapatan yang berharga. Bapak Sukur, pemilik produksi arang sekam, telah menemukan cara untuk mengubah limbah kulit padi menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Awal mula ide ini bermula dari keingintahuan Sukur setelah mendengar cerita dari seorang saudara yang membeli arang sekam. "Saya bertanya-tanya, bagaimana sebuah limbah bisa menjadi barang berharga," ujarnya. Dari situlah, ia mulai bereksperimen dengan proses pembuatan arang sekam, meskipun awalnya mengalami kesulitan.

Setelah berbulan-bulan eksperimen dan inovasi, Sukur berhasil menciptakan proses produksi arang sekam yang efisien dan berkualitas tinggi. "Dulu saya hanya bisa membuat satu karung, tapi sekarang bisa sampai 20 karung per hari," ungkap Sukur dengan bangga.

Prosesnya dimulai dari pengumpulan bahan baku sekam mentah dari tengkulak atau tempat penggilingan beras. Kemudian, sekam tersebut dibakar hingga menjadi arang dengan kualitas terbaik. Dari satu karung sekam mentah seberat 25 kilogram, Sukur bisa menghasilkan sekitar tiga setengah karung arang sekam dengan harga jual Rp15.000 per karung.

Keberhasilan Sukur tidak hanya terletak pada produksi arang sekam yang berkualitas tinggi, tetapi juga pada kemampuannya untuk memaksimalkan potensi usahanya. Dengan inovasi tungku bakar yang dia kembangkan sendiri, ia dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 80 karung arang sekam per hari.

Namun, keberhasilan Sukur tidak hanya tentang menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga tentang menginspirasi petani lokal. Arang sekam buatannya telah membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. "Saya berharap arang sekam ini bisa membantu petani untuk beralih ke pertanian organik," tambah Sukur.

Usaha Sukur tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat pantang menyerah dan terus berinovasi, Sukur membuktikan bahwa bahkan limbah dapat diubah menjadi sumber keberkahan ekonomi.