Dewaponik, Kisah Sukses Hidroponik Tanpa Lahan di Kos

Hidroponik

Ahmad Ardan, seorang pemuda bersemangat dari Jogjakarta, telah membuktikan bahwa ruang sempit di kos-kosan pun bisa menjadi lahan subur untuk bercocok tanam. Melalui usaha yang ia beri nama "Dewaponik", Ardan telah merintis sebuah bisnis hidroponik yang menghasilkan sayuran segar dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

Memulai dari nol, Ardan mengaku bahwa ide bisnis ini muncul dari ketidaksediaan lahan yang luas untuk berkebun. "Kalau kita mau bercocok tanam di tanah, nyari tanah yang luas itu susah. Bahkan di hidroponik ini, saya mulainya di kos-kosan. Kalau kita mau berbicara tanah, mungkin sampai sekarang ini saya enggak bisa nanam," ungkap Ardan.

Meskipun memiliki latar belakang bukan dari dunia pertanian, Ardan belajar dan menguji coba sistem hidroponik secara mandiri. Dengan tekad yang kuat, ia mulai memproduksi sayuran menggunakan sistem sederhana di kos-kosannya. "Awalnya menggunakan sistem wick, lalu kami terus mengembangkan dan menguji coba dengan berbagai sistem," tambahnya.

Keunikan Dewaponik tidak hanya terletak pada metode bercocok tanamnya yang bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga karena lokasinya yang strategis di tengah kota Jogjakarta. Hal ini membuat Dewaponik menjadi pusat kantornya ketika ada tamu yang berkunjung, sementara produksi sayurannya tersebar di berbagai kebun kemitraan di sekitar Jogja.

"Kami selalu menjaga kualitas dan kemitraan. Kami menyediakan sayur kepada restoran, kafe, outlet, atau perseorangan melalui kemitraan-kemitraan kami," jelas Ardan.

Namun, perjalanan Dewaponik tidak selalu mulus. Ardan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kendala dalam manajemen tanam dan serangan hama. "Kita udah masanya panen, tapi kok belum ada tanaman yang siap dipindahkan. Itulah masa-masanya hidroponik itu, kadang gagal karena harus selalu full tanaman dan maintenance," paparnya.

Meskipun demikian, Ardan tidak menyerah. Dukungan dari pemerintah daerah serta inovasi yang terus dilakukan membantu Dewaponik berkembang. Ardan berharap Dewaponik bisa menjadi tempat studi dan destinasi wisata, sementara ia juga berencana untuk mengotomatisasi lebih banyak proses dan memperbanyak penggunaan energi surya.

"Misi saya adalah untuk terus berjuang dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan," tutup Ardan dengan semangat.

Dengan semangat dan inovasi, Dewaponik terus mengukir prestasi di dunia pertanian modern, membuktikan bahwa ruang sempit pun bisa menjadi lahan subur untuk menanam harapan dan sukses.